Tingkatan-Tingkatan Riya Bagian 5

3. Tujuan riya Pelaku riya tentu saja mempunyai tujuan. Ia berbuat riya pasti demi mendapatkan harta, kedudukan, atau tujuan-tujuan yang lain. Ditinjau dari sisi tujuannya, riya mempunyai tiga tingkatan. Tingkatan pertama, yang paling besar dosanya, yaitu riya dengan tujuan bisa leluasa berbuat maksiat. Misalnya, seseorang menampakkan ketakwaan dan kezuhudan, memperbanyak amalan sunnah, dan menghindari makanan…

Tingkatan-Tingkatan Riya Bagian 4

Contoh lain, seseorang terbiasa mengeluarkan sedekah berupa uang recehan atau makanan yang berkualitas rendah. Namun, ketika ada yang melihatnya, ia mengeluarkan uang lebih banyak dan makanan yang berkualitas baik, karena khawatir dicela. Contoh lain lagi, seseorang yang sedang berpuasa meninggalkan ghibah (menggunjing) dan kata kotor karena takut dicela, bukan untuk menyempurnakan ibadah puasanya. Ini juga…

Tingkatan-Tingkatan Riya Bagian 3

Orang yang berbuat riya pada tingkatan ini masih meyakini bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Seandainya ia disuruh menyembah atau bersujud kepada selain-Nya, tentu ia tidak mau. Namun, ia meninggalkan ibadah karena malas dan menjadi semangat mengerjakannya bila dilihat orang. Dengan demikian, kedudukan di sisi makhluk lebih berarti baginya daripada kedudukan di sisi…

Tingkatan-Tingkatan Riya Bagian 2

2. Amal yang menjadi sarana riya Yaitu amal taat, yang terbagi menjadi riya dengan pokok-pokok peribadatan dan riya dengan sifat-sifat ibadah. Riya dengan pokok-pokok peribadatan adalah yang paling besar dosanya. Riya model ini dibagi menjadi tiga tingkatan. Tingkatan pertama, riya dengan pokok-pokok keimanan. Inilah riya yang paling berat dan pelakunya dikekalkan di dalam neraka. Contohnya,…

Hakikat Riya Bagian 3

Sebagaimana harta mengandung racun yang mematikan sekaligus penawar yang bermanfaat. kedudukan pun demikian. Banyak harta bisa melenakan, membuat arogan, dan membuat lupa untuk mengingat Allah dan rumah akhirat. Kedudukan pun demikian, bahkan lebih dahsyat. Memiliki banyak harta tidak dilarang, begitu pula memiliki kedudukan di banyak hati manusia. kecuali jika menyebabkan pemiliknya melakukan hal-hal yang dilarang.…

Hakikat Riya Bagian 2

Keempat, riya dengan perbuatan. Misalnya, seseorang memperlama saat berdiri dan bersujud, menundukkan kepala, dan menampakkan ketenangan dalam shalat. Bisa juga dengan mempertunjukkan amal puasanya, jihadnya di medan perang, ibadah hajinya, dan sedekahnya. Bisa juga dengan pura-pura menundukkan mata dan kepala serta bersikap tenang saat bertemu orang, padahal apabila tidak ada orang, ia suka tergopoh-gopoh dalam…

Hakikat Riya Bagian 1

Kata riya (riya’) berasal dari kata ru’yah (melihat). Pada mulanya, riya berarti menginginkan kedudukan di hati manusia dengan cara memperlihatkan suatu perbuatan baik. Hanya saja, kedudukan bisa diperoleh dengan amal ibadah dan non-ibadah. Riya sendiri terbatas pada amal ibadah. Jadi, riya adalah keinginan seorang hamba untuk mendapatkan kedudukan (di hati manusia) melalui ketaatan kepada Allah.…

Mencela Riya

Riya hukumnya haram. Orang yang berbuat riya mendapat murka Allah. Dia Swt berfirman, Maka celakalah orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya … (QS Al-Ma’un (107): 4-6). Allah Swt juga berfirman. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan, mereka akan mendapat azab yang sangat keras dan rencana jahat mereka akan hancur (QS…