MENCELA DUNIA Bagian 6

Ali r.a. pernah mengirim surat kepada Salman Al-Farisi. Isinya menyatakan, “Dunia laksana ular. Badannya lunak untuk disentuh, tetapi racunnya mematikan. Palingkan mukamu dari kekaguman terhadapnya karena hanya sedikit yang bisa kau ajak bersahabat. Lemahkan keinginanmu memilikinya dengan keyakinan bahwa engkau pasti akan berpisah dengannya. Terhadap apa yang lebih menyenangkanmu, hendaknya engkau lebih berhati-hati. Bilamana pemilik…

MENCELA DUNIA Bagian 5

Diriwayatkan bahwa hakikat dunia disingkapkan kepada Nabi Isa a.s. Nabi Isa melihat dunia dalam rupa wanita tua renta yang sudah rontok giginya, tetapi dihiasi dengan segala keindahan. la bertanya kepada dunia, “Berapa kali engkau menikah?” Dunia menjawab, “Tak terhitung.” Nabi Isa bertanya, “Mereka semua mati meninggalkanmu atau menceraikanmu?” Dunia menjawab, “Tidak. Aku membunuh mereka semua.”…

MENCELA DUNIA Bagian 4

Luqmanul Hakim berpesan kepada anaknya “Wahai anakku. Jual duniamu untuk akhiratmu, niscaya engkau mendapatkan keuntungan pada keduanya. Jangan jual akhiratmu dengan duniamu, niscaya engkau kehilangan kedua-duanya. Ibnu Abbas ra. mengatakan, “Sesungguhnya Allah membagi bumi menjadi tiga bagian. Satu bagian untuk orang mukmin, satu bagian untuk orang munafik, dan satu lagi untuk orang kafir. Orang mukmin mempersiapkan…

MENCELA DUNIA Bagian 3

Hasan Bashri ra. Mengatakan, “Allah mengasihi suatu kaum yang menganggap dunia sebagai titipan. Mereka mengembalikan titipan itu kepada orang yang memberinya amanat kemudian mereka bisa beristirahat tanpa beban.” Ia pun pernah mengatakan, “Jika ada yang menyaingimu dalam hal agama, maka bersainglah dengannya. Namun jika ada yang menyaingimu dalam urusan dunia, lemparkanlah dunia itu ke lehernya”…

MENCELA DUNIA Bagian 2

Rasulullah Shallallah ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam, pernah mengirim Abu Ubaidah ibn Al-Jarrah ke Bahrain. Kemudian Abu Ubaidah datang membawa harta dari sana. Orang-orang Anshar lalu mendengar berita kedatangan Abu Ubaidah, lalu mereka ikut melaksanakan shalat Subuh bersama Rasulullah. Ketika Rasulullah selesai mengerjakan shalat, mereka mencegat beliau. Beliau lalu tersenyum melihat mereka. Kemudian…

MENCELA DUNIA Bagian 1

Segala puji bagi Allah, yang telah mengenalkan para walinya berbagai keburukan dunia dan penyakit-penyakitnya. Dunia telah memberikan angan-angan kesenangan kepada para pemiliknya dan menjanjikan suatu tipu daya kepada mereka. Shalawat dan salam sebanyak-banyaknya semoga dilimpahkan kepada pemimpin kita Muhammad, hamba Allah, utusan-Nya dan juga kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya. Sesungguhnya dunia telah memutus jalan hamba-hamba Allah…

Obat Penyakit Iri Bagian 3

Janganlah sekali-kali ia tunduk oleh bujukan setan. yang selalu mengatakan, “Apabila engkau bersikap rendah hati kepadanya dan memujinya, hal itu akan membuatmu menjadi lemah, munafik, dan penakut. Itu adalah sifat-sifat yang tercela.” Itu adalah tipu daya setan. Berbasa-basi meskipun dipaksakan justru bisa meruntuhkan tembok permusuhan di antara dua belah pihak, mengurangi dampaknya, dan menjadikan hati…

Obat Penyakit Iri Bagian 2

Seorang badui pernah bertanya kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam “Wahai Rasulullah. Seseorang mencintai suatu kaum, tetapi ia belum bisa beramal seperti mereka?” Rasulullah lantas bersabda “Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya” Lihatlah bagaimana iblis membuatmu iri agar pahala cinta terlepas darimu. Kemudian iblis tidak puas hanya sampai di situ.…

Obat Penyakit Iri Bagian 1

Penyakit-penyakit hati hanya bisa disembuhkan dengan ilmu dan amal. Ilmu yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit iri adalah dengan mengetahui hahwa iri membuatmu merugi, baik di dunia maupun di akhirat: sementara orang yang engkau cemburui tidak sedikit pun merugi karena irimu. Adapun kerugianmu di akhirat adalah bahwa dengan irimu itu berarti engkau marah atas ketentuan Allah,…

Sebab-Sebab Iri

Penyebab iri bisa dikelompokkan menjadi tujuh: Sebab pertama, permusuhan dan kebencian, jika seseorang tidak bisa melampiaskan kemarahan dan/atau dendamnya kepada musuhnya, ia berharap orang lain yang akan membalasnya. Barangkali harapan itu dikarenakan ia merasa mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah dan tidak senang jika musuhnya mendaparkan suatu nikmat. Sebab kedua, perasaan lebih tinggi, yaitu…