Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 41

Dusta yang Samar Diriwayatkan dari sebahagian ulama salaf bahwa dusta yang samar cukup untuk menghindarkan diri dari berdusta. Yang mereka maksud adalah dalam keadaan terdesak. jika tidak terdapat keperluan untuk berdusta. maka berdusta secara samar ataupun secara terang-terangan tidak diperbolehkan. Akan tetapi, berdusta secara samar lebih ringan hukumnya. Ketika Ibrahim An-Nakhai dicari orang yang tidak…

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 40

Dusta yang diperbolehkan Ucapan merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Setiap tujuan terpuji yang dapat dicapai dengan ucapan yang benar, maka tidak boleh dengan dusta. Tetapi, jika tidak mungkin dicapai kecuali dengan dusta, maka diperbolehkan berdusta. Bahkan dusta itu menjadi wajib apabila tujuan yang ingin dicapai merupakan hal yang wajib. seperti memelihara darah orang muslim. Bila…

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 39

Penyakit Lisan Keempat belas: Dusta dalam Ucapan dan Sumpah Dusta dalam ucapan dan sumpah merupakan dosa yang paling buruk dan paling tercela. Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. berkata dalam khutbahnya, “Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam pernah berdiri di tengah-tengah kami di tempat ini pada tahun pertama. Kemudian beliau menangis seraya berkata, ‘Jauhilah dusta,…

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 38

Penyakit lisan Ketiga belas: Janji Dusta Lisan sangat mudah mengucapkan janji, namun diri seseorang sering sulit untuk menepati janji. Yang terjadi kemudian, janji akan diingkari. Allah berfirman, Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah segala Janji (QS Al-Ma’idah [5]: 1). Allah telah memuji Nabi Ismail dengan firman-Nya, Sesungguhnya ia adalah orang yang benar janjinya (QS Maryam [19]:…

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 37

Penyakit Lisan Keduabelas: Membuka Rahasia Membuka rahasia orang lain termasuk perbuatan yang dilarang, karena sangat menyakitkan hati dan meremehkan hak orang lain (kenalan atau kawan). Dalam hal ini, Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam bersabda, “Jika seseorang membicarakan sesuatu, kemudian ia berpaling (menoleh) maka itu adalah amanat (rahasia).” Di dalam riwayat Ibnu Abid…

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 36

Penyakit Lisan Kesebelas: Meremehkan dan Mengejek Meremehkan dan mengejek adalah perbuatan yang haram. Dalam Al-Quran dijelaskan. Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kelompok meremehkan kelompok yang lain. Boleh jadi mereka (yang diremehkan) lebih baik daripada mereka (yang meremehkan). jangan pula para wanita (meremehkan) wanita-wantta lain. Boleh jadi wanita-wanita (yang diremehkan) lebih baik daripada wanita (yang…

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 35

Penyakit Lisan Kesepuluh: Bergurau Di antara penyakit lisan yang perlu diwaspadai adalah bergurau. Gurauan adalah perbuatan tercela dan dilarang. Hanya sedikit gurauan yang diperbolehkan. Dalam hal ini Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam bersabda, “Jangan berbantah dengan saudaramu dan jangan bergurau dengannya.” Gurauan yang dilarang adalah gurauan yang berlebihan dan dilakukan dengan terus-menerus.…

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 34

Penyakit Lisan KesembiIan: Nyanyian dan Syair yang Diharamkan Syair adalah kata-kata. Yang baiknya adalah baik, yang buruknya adalah buruk. Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam bersabda, “Penuhnya perut seseorang di antara kalian dan nanah busuk lebih baik daripada penuh dengan syair” Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam bersabda, “Sesungguhnya sebagian dari…

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 33

Penyakit Lisan Kedelapan: Melaknat atau Mengutuk Melaknat termasuk perbuatan yang tercela, baik melaknat benda mati, apalagi manusia. Dalam hal ini, Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam bersabda “Seorang mukmin itu bukan orang yang suka mengutuk” Hudzaifah berkata,”Kaum yang saling mengutuk pasti akan menanggung akibat ucapannya!” Imran bin Hushain berkata, “Ketika Rasulullah Shalallahu alaihi…

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 32

Penyakit Lisan Ketujuh: Berkata Kotor dan Mencaci Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam bersabda, “jauhilah kata-kata kotor. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyukai ucapan kotor dan kesengajaan mengucapkan kata kotor’.” Bahkan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam melarang para sahabatnya mencaci orang-orang musyrik yang terbunuh dalam Perang Radar. Beliau mengatakan, “Jangan kalian…