Dasar ketiga ini merupakan bagian terpenting yang dilakukan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam, karena berhubungan dengan perundang-undangan sebuah negara baru.

Ibnu Hisyam meriwayatkan, beberapa hari setelah Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam tiba di Madinah, masyarakat Arab berkumpul menghadap beliau. Pada saat itu, seisi rumah kaum Anshar telah memeluk Islam. Satu-satunya suku di Madinah yang belum semua warganya memeluk Islam hanyalah kabilah Aus. Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam menulis sebuah piagam perjanjian yang diberlakukan bagi kaum Muhajirin, Anshar, dan kaum Yahudi. Di dalam piagam perjanjian itu Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam meratifikasi agama yang mereka peluk, hak kepemilikan harta, dan beberapa hal lainnya.

Isi piagam perjanjian ini dikutip Ibnu Ishaq tanpa mencantumkan sanad. Sementara Ibnu Khaitsumah meriwayatkannya dengan sanad yang lengkap sebagai berikut

Kami menerima hadits dari Ahmad ibn Jinab Abul Walid, dari Isa ibn Yunus, dari Katsir ibn Abdullah ibn Amr Al-Muzanni dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam menulis sebuah t