Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 6

Abu Hurairah r.a. menuturkan, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam telah mene­gaskan: ليس الغنى عن كثرة العرض ولكن الغنى غنى النفس “Bukanlah kaya (orang yang) mempunyai banyak harta benda. Ke­kayaan (sejati) adalah kekayaan jiwa (ghinan-nafsi)” (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, dan An-Nasa’I). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam…

Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 5

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam menggembirakan hati orang yang ridha menerima apa saja yang diberikan Allah SWT kepadanya, bahwa ia akan masuk surga. Mengenai itu beliau Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam menyatakan: طوبى لمن هدي للاسلام وكان عيشه كفافا “Thuba bagi orang yang beroleh hidayat memeluk Islam dan kecu­kupan hidupnya…

Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 4

Seorang muta’affif tidak membutuhkan pertolongan selain dari Allah SWT, dan ridha menerima sedikit rezeki yang diberikan Allah SWT kepadanya. Orang yang demikian itu diridai Allah SWT, baginya dibu­kakan pintu rahmat, dikaruniai kesanggupan hidup tanpa membutuh­kan orang lain, rasa kebahagiaan dan hatinya penuh dengan iman. Mengenai orang seperti itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi…

Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 3

Abu Hurairah r.a. menuturkan, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam pernah menyatakan:  عرض عليّ اوّل ثلاثةٍ يدخلون الجنّة واوّل ثلاثةٍ يدخلون النّر. فامّا اوّل ثلاثةٍ يدخلون الجنّة فشّهيد وعبدٌ مملوكٌ احسن عبادة ربّه ونصح لسيّده وعفيفٌ متعفّفٌ ذوعيالٍ “Diperlihatkan kepadaku tiga orang yang pertama masuk surga dan tiga orang yang pertama masuk…

Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 2

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim disebut, bahwa Siti ‘A’isyah r.a. menuturkan: Aku mendengar sendiri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam me­ngatakan: وانما انا خازن فمناعطيته عن طيب نفس فمبارك له فيه ومن اعطيته عن مسألة وشره نفس كان كالذي يأكل ولا يشبع “Aku hanyalah sekadar penyimpan. Barangsiapa yang kuberi de­ngan perasaan baik…

Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 1

Yang dimaksud iffah adalah sikap menjaga harga diri atau kehormatan diri dengan tidak mau meminta-minta pertolongan orang lain dan ridha dengan hidup menurut apa adanya. Sedangkan yang dimaksud “ber­dikari” (istighna anin-nas) adalah hampir semakna dengan iffah —Pe­nerjemah. Termasuk keutamaan dan kemuliaan umat ini (umat Nabi Muham­mad Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam) ialah, bahwa…

Kekhususan Umat Nabi Muhammad SAW Bagian 86

Fadhilah-nya Memberi Pinjaman (Uang atau Barang) dan Memberi Kelonggaran kepada yang Kesusahan bagian ke-3 Fadhilah lainnya lagi ialah orang berpiutang yang demikian itu dikabulkan doa permohonannya, dihindarkan dari kesusahan, dihapuskan dosa-dosanya hingga saat ia bertobat, dan terlindungi dari sengatan panas neraka Jahannam, bahkan setiap hari dipandang bersedekah yang bernilai sama dengan piutangnya (uang yang diutangkannya).…

Kekhususan Umat Nabi Muhammad SAW Bagian 85

Fadhilah-nya Memberi Pinjaman (Uang atau Barang) dan Memberi Kelonggaran kepada yang Kesusahan bagian ke-2 Beliau Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam juga menyatakan: من نفس عن مسلم كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة ومن يسر على معسر يسر الله عليه في الدنيا والآخرة “Barangsiapa meniadakan kesusahan orang Muslim…

Kekhususan Umat Nabi Muhammad SAW Bagian 84

Fadhilah-nya Memberi Pinjaman (Uang atau Barang) dan Memberi Kelonggaran kepada yang Kesusahan Salah satu bentuk kemuliaan yang disediakan Allah SWT bagi umat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam adalah pemberian fadhilah dan ganjaran pahala bagi orang yang meminjami (uang atau barang) kepada saudaranya sesama Muslim yang sedang kesusahan. Peminjaman seperti itu fadhilah-nya…

Kekhususan Umat Nabi Muhammad SAW Bagian 83

Memberi Makan Orang Lapar adalah Kebiasaan Terbaik di dalam Agama Islam bagian ke-7 Imbalan pahala demikian itu adalah lestari dan berlaku terus-mene­rus hingga sangat besar manfaatnya bagi pengamalnya setelah berada di dalam kubur. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam telah menyatakan: سبع تجري للعبد بعد موته وهو في قبره : من علم علما…