Jalan Golongan Yang Selamat

Hendaknya engkau membenahi dan meluruskan akidahmu sesuai jalan golongan yang selamat, yaitu golongan yang sudah dikenal dari golongan-golongan Islam lainnya dengan sebutan Ahlussunnah Wal Jamaah. Merekalah orang-orang yang memegang teguh ajaran Baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam dan para sahabatnya. Jikalau engkau perhatikan dengan pemahaman yang lurus dari hati yang jernih…

12. RASUL MENGHADAPI PERTANYAAN

Pertanyaan: Apakah rasul-rasul Allah juga menghadapi pertanyaan pada hari kiamat? Jawab: Ya, para rasul Allah akan ditanya dan diminta pertang­gung jawaban mereka kelak di akhirat tentang tugas risalah dan amanah Allah yang harus disampaikan kepada umat Sebenar­nya pertanggung jawaban para rasul adalah lebih berat Firman Allah, “Ingatlah, hari ketika Allah mengumpulkan para Rasul, lalu Allah…

Allah Mencintai Orang Yang Bertobat bagian 6

Jika engkau sangat merindukan tobat, benar-benar berusaha untuk bertobat, membersihkan hatimu dari kedengkian kepada seseorang, membantu para wali-Nya dan kembali kepada-Nya, maka engkau akan segera tersebut dalam permohonan ampun dan tobat semua orang saleh di zamanmu. Orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah yang hidup di zaman kita ini, sering kali memintakan ampunan dan…

Kekhususan Umat Nabi Muhammad SAW Bagian 34

Kemuliaan Shalat Berjamaah ke-3 Qubbats bin Usyaim Al-Laitsiy r.a. menturkan, bahwasanya Ra­sulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  telah menyatakan: صلاة الرجلين يؤم احد هما صاحبه ازكى عند الله من صلاة اربعة تترى . وصلاة اربعة ازكى عندالله من صلاة ثمانية تترى وصلاة ثمانية يؤم احد هم ازكى عندالله من صلاة مائة تترى “Shalat…

Kewajiban berpegang teguh pada al-Qur’an dan as-Sunnah Bagian 2

Suatu kali al-lmam Abu Yazid al-Busthami ra pergi mengunjungi seseorang yang terkenal sebagai seorang wali. Ia menunggunya sambil duduk di masjid. Kemudian ketika orang itu keluar, tiba-tiba ia meludah ke tembok masjid. Melihat hal itu, langsung saja al-lmam Abu Yazid al-Busthami ra pulang dan tidak ingin bertemu dengannya. Kemudian al-lmam Abu Yazid ra berkata: ‘Bagaimana…

11. SUMPAH “LIAAN”

Pertanyaan. Apa artinya sumpah “liaan” dalam syariat Islam? Jawab: Apabila seorang suami menuduh istrinya melakukan zina, tapi tidak dapat membuktikan atau tidak ada saksi, syariat Islam memberlakukan keduanya dengan sumpah liaan. Cara­nya, suami bersumpah mengucapkan: “Wallahi, demi Allah” dengan mengucapkan juga tuduhan­nya. Ucapannya itu diulang sampai empat kali. Setelah itu yang kelima dia menyatakan mengutuk dirinya…

Allah Mencintai Orang Yang Bertobat bagian 5

Karena itulah kita melihat hubungan Nabi Ya’qub dengan Nabi Yusuf sangatlah kuat. Sebab, bagi ayahnya, Nabi Yusuf merupakan sarana tajalli Allah. Sehingga, ketika mereka terpisahkan. Nabi Ya’qub merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Dan ketika pakaian yang memiliki hubungan kuat dengan tubuh Nabi Yusuf ‘alaihissalam tiba di hadapannya, Nabi Ya’qub yang tuna netra (karena kesedihan yang…

Kekhususan Umat Nabi Muhammad SAW Bagian 33

Kemuliaan Shalat Berjamaah ke-2 ‘Umar bin Al-Khaththab r.a. juga menuturkan, bahwasanya Ra­sulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  telah berkata, “Barangsiapa shalat berjamaah di masjid selama empat  puluh malam dan tidak ketinggalan rakaat pertama shalat ‘isya, Allah memastikan baginya (karena shalatnya itu) keselamatan dari neraka.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Turmudzi). Di antara berbagai…

Kewajiban berpegang teguh pada al-Qur’an dan as-Sunnah Bagian 1

Hendaknya engkau berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Karena keduanya adalah ajaran agama Allah SWT yang lurus dan sesungguhnya. Barangsiapa yang memegang teguh keduanya, maka ia akan selamat, beruntung, terbimbing, dan terlindungi. Namun sebaliknya, barangsiapa yang berpaling dari keduanya, maka ia akan tersesat, menyesal, celaka, dan tersiksa selamanya. Oleh karena itu, jadikanlah keduanya sebagai pengaturmu…

10. PAHALA DAN DOSA, GANJARAN DAN HUKUMAN

Pertanyaan: Untuk apa ada pahala dan dosa dan untuk apa ada ganjaran dan hukuman? Jawab: Pendapat yang mengatakan bahwa Allah SWT. menghen­daki agar orang-orang melakukan perbuatan dosa supaya bisa dihukum adalah tidak benar. Allah sama sekali tidak bermak­sud memberi ganjaran berupa hukuman. Misalkan suatu negara memberlakukan Hukum Pidana dan Perdata. Adanya undang-undang itu justru untuk…