Kemuliaan Orang-orang yang Berzikir di Kalangan Umat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam Bagian 46

Barangsiapa mengucapkan sepuluh kalimat (di bawah ini) setiap usai shalat Subuh, kepadanya Allah SWT berkenan memberikan lima imbalan kebajikan di dunia dan lima imbalan kebajikan di akhirat. (Se­puluh kalimat tersebut adalah): حَسْبِيَ اللهُ لِديْني حَسْبِيَ اللهُ لِمَا أَهَمَّنِي حَسْبِيَ اللهُ لِمَنْ بَغَى عَلَيَّ حَسْبِيَ اللهُ لِمَنْ حَسَدَنِي حَسْبِيَ اللهُ لِمَنْ كَادَنِي بِسُوْءٍ حَسْبِيَ اللهُ عِنْدَ…

Nasehat, peringatan, teguran dan himbauan bagi para ulama, dan hal-hal yang menjadikan mereka tunduk dan lebih berhati-hati Bagian 3

Dan disebutkan dalam hadits yang lain: من جعل القرآن أمامه قاداه، ومن جعله خلف ظهره ساقه إلى النّار Artinya: “Barangsiapa yang menjadikan al-Qur’an di depannya, niscaya ia (aI-Qur’an) akan menuntunnya ke surga. Dan barangsiapa menjadikannya di belakang punggungnnya, niscaya ia (al-Qur’an) akan menggiringnya ke neraka.” Maka jelaslah, barang siapa yang mengambil al-Qur’an dengan keimanan, ilmu…

200. PENGARUH SETAN

Pertanyaan: Apakah setan dapat mempengaruhi atau menguasai hamba Allah yang beriman? Jawab: Program kerja sejak nenek moyang makhluk jin pertama yaitu iblis ialah mengusahakan sebanyak mungkin manusia masuk neraka. Iblis berusaha sekuat kemampuannya untuk mencegah manusia masuk surga. Mereka merayu dengan segala cara. memperindah kehi­dupan dunia dan segala nafsu kebendaannya. Berusaha agar manusia merupakan kebahagiaan…

Kemuliaan Orang-orang yang Berzikir di Kalangan Umat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam Bagian 45

Barangsiapa yang mengucapkan (doa di bawah ini) di waktu pagi dan sore, lalu pada hari itu atau pada malam itu ia meninggal dunia, ia masuk surga. (Doa termaksud ialah): أللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ…

Nasehat, peringatan, teguran dan himbauan bagi para ulama, dan hal-hal yang menjadikan mereka tunduk dan lebih berhati-hati Bagian 2

Sekarang keadaan telah berbalik, seseorang dapat membaca al-Qur’an dari awal hingga akhir, tetapi ia tidak mengerti apa yang dibacanya, apa yang diturunkan dan untuk apa diturunkan. Lalu dia tidak peduli meski dia tidak mengetahui dan tidak mengerti, bahkan tidak timbul keinginan untuk mempelajari dan mengetahuinya. Semua itu disebabkan kelalaian yang melampaui batas, keberpalingan hati dari…

Kemuliaan Orang-orang yang Berzikir di Kalangan Umat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam Bagian 44

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam menyatakan: Jika ada seorang di antara kalian yang takut kepada sultan (penguasa) maka ucapkanlah (doa): إذا تخوف أحدكم السلطان فليقل : أللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ كُنْ لِي جَارًا مِنْ شِرِّ فُلاَنِ بْنِ فُلاَنٍ وَ شَرِّ الْجِنِّ والْإِنْسِ وَ أَتْبَاعِهِمْ أنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ…

Nasehat, peringatan, teguran dan himbauan bagi para ulama, dan hal-hal yang menjadikan mereka tunduk dan lebih berhati-hati Bagian 1

Ketahuilah, para ulama seperti kepala dan wajah manusia. Kedudukan mereka di antara manusia sama pentingnya dengan garam pada makanan. Makanan akan menjadi baik jika garamnya baik dan akan menjadi rusak jika garamnya rusak. Oleh karenanya dikatakan: “Wahai Para Qurra’,18 Wahai Garam sebuah negeri Tak kan berguna garam, jika telah rusak Para qurra’ adalah para ulama.…

198. BERBUAT BAIK DIBALAS BURUK

Pertanyaan: Dalam beberapa hal, kita berbuat kepada orang lain, tetapi balasannya keburukan. Kami bingung, kok berbuat baik dibalas buruk? Jawab: Ada dua macam kebaikan (ihsan). Pertama, untuk mendapat keridhaan Allah dan kedua un­tuk mendapatkan keridhaan manusia. Kebaikan yang ditujukan untuk memperoleh keridhaan Allah dijanjikan pahala sepuluh kali lipat. Tetapi kebaikan yang ditujukan untuk memperoleh keridhaan…

197. SUAMI YANG SALEH

Pertanyaan: Banyak dibicarakan tentang istri yang saleh, sedangkan suami tidak. Lalu, bagaimana pengertian suami yang saleh itu? Jawab: Perbedaan yang timbul dalam satu keluarga tentang pilih­an bagi calon suami anaknya adalah karena tidak adanya pedo­man dan pertimbangan mereka yang pasti dan benar. Anak gadis mereka menghendaki calon suami yang tam­pan rupawan, ayahnya mengharapkan yang berkedudukan…