172. NUSYUZ

Pertanyaan: Apa arti nusyuz ? Jawab: Nusyuz ialah meninggalkan kewajiban bersuami-istri, mi­salnya nusyuz dari pihak suami ialah bersikap kasar dan keras terhadap si istri, tidak mau menggaulinya, dan tidak memberi­kan hak-haknya. Nusyuz dari pihak istri misalnya meninggal­kan rumah tanpa seizin suami. Allah berfirman, . . .وَالَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُو هُنَّۖ فَإِنْ …

171. MENGEMIS DENGAN MEMBACA AL-QUR’AN

Pertanyaan: Apa hukumnya orang yang mengemis dengan membaca Al-Qur’an? Jawab: Agama melarang umatnya mengemis dalam segala bentuk­nya, tetapi dibolehkan bila mengemis itu bukan merupakan suatu pekerjaan (profesi), tetapi untuk memenuhi kebutuhan mendadak yang hanya bisa diperoleh dengan mengemis. Bila datang seorang pengemis. Anda dapat mengetahui apakah dia benar membutuhkan sedekah yaitu dengan melihat lahiriahnya. Anda…

170. HUKUM PEMANDULAN DAN STERIL

Pertanyaan: Apa hukumnya pemandulan bagi lelaki dan steril bagi wanita? Jawab: Hukumnya haram, apa pun alasannya. Pemandulan dan steril, berarti tidak memberikan kesempatan kepada pelaku­nya untuk membuahkan keturunannya. Ilmu yang dimiliki dokter bukan ilmu Allah yang bersifat pasti, para dokter juga tidak tahu pasti kapan pasiennya akan sembuh. Mungkin saja saat ini pasiennya itu merasa…

169. PENGGUGURAN ANTARA KESEHATAN DAN AGAMA

Pertanyaan: Apa hukumnya menggugurkan kandungan? Jawab: Hukumnya haram, kecuali jika dilakukan untuk kesehatan dan keselamatan jiwa si ibu. Misalnya karena si ibu sakit parah, sakit menular atau rematik jantung yang menyebabkan penya­kitnya akan bertambah parah apabila hamil, atau si ibu mende­rita sakit saraf. Jika tidak ingin hamil, dapat dipakai cara azl (pemisahan sperma lelaki dengan…

168. AYAT-AYAT MUTASYABIHAAT

Pertanyaan: Mengapa di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat mutasya­bihaat? Jawab: Firman Allah, “Dialah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepada ka­mu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamaat dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihaat darinya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya (yang keliru), padahal tidak…

167. TAWASUL KEPADA NABI DAN ORANG SALEH

Pertanyaan: Apakah boleh bertawasul kepada para nabi dan orang-orang yang saleh? Jawab: Terjadi musim kering yang hebat di seluruh Jazirah Arabia pada masa kepemimpinan Khalifah Umar r.a. beliau berkata, “Ketika Rasulullah masih hidup, kita bermohon agar turun hujan lewat permohonan Rasulullah. Hujan kemudian turun. Sekarang kita akan mohon lewat paman beliau. Umar r.a. me­minta Abbas…

166. PERBEDAAN PENDAPAT ADALAH RAHMAT

Pertanyaan: Kita mengenal empat mazhab, empat imam. Antar mereka berbeda pendapat. Mengapa bisa begitu? Jawab: Memang mereka mempunyai perbedaan dalam memberi­kan fatwa. Tapi perbedaan tersebut bukan menyangkut masa­lah pokok. Misalnya, shalat subuh dua rakaat. Shalat isya empat rakaat. Mereka berbeda pendapat dalam soal-soal yang mempunyai beberapa pandangan dalam pemahamannya. Para sahabat sebagai pembawa risalah Rasul…

165. WALI-WALI ALLAH

Pertanyaan: Banyak orang datang kepada wali-wali, terutama dari kala­ngan awam menanyakan soal-soal gaib dan takdir? Jawab: Allah SWT. memilih dan menjadikan orang sebagai wali-Nya adalah karena upaya orang itu dalam mencapai keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. أَلَآ إِنَّ ٵَوْلِيَآءَ اللهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ﴿62﴾ الَّذِينِ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ﴿63﴾ “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak…

163. IJTIHAD

Pertanyaan: Sekarang timbul lagi masalah ijtihad. Ada yang menghen­daki pintu ijtihad supaya dibuka, ada yang menghendaki tetap tertutup. Ada juga yang menyarankan agar dilakukan ijtihad dalam masalah-masalah yang pernah disepakati kaum muslim­in sebelumnya. Mereka menghendaki perubahan hukum se­suai tuntutan zaman, seperti misalnya bunga bank atau lainnya. Apa pendapat yang tepat dalam masalah ini? Jawab: Tujuan…