Penyakit-Penyakit Lisan bagian 8

Penyakit Ketujuh: Berkata Kotor dan Mencaci Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda, “Jauhilah kata-kata kotor. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyukai ucapan kotor dan kesengajaan mengucapkan kata kotor’.” Bahkan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam melarang para sahabatnya mencaci orang-orang musyrik yang terbunuh dalam Perang Badar. Beliau mengatakan, “Jangan…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 7

Penyakit Keenam: Ucapan yang Dibuat-buat dan difasih-fasihkan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah dan paling jauh dahku adalah orang-orang yang bicaranya banyak, dibuat-buat, dan difasih-fasihkan” (hadist diriwayatkan oleh Imam Ahmad) At-Tirmidzi pun melansir hadits ini dan menilainya hasan, dengan redaksi, “Sesungguhnya orang yang paling kubenci ….” (hadist…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 6

Penyakit Kelima: Perselisihan (Khushumah) Penyakit ini adalah dampak dari perdebatan. Perdebatan adalah upaya melemahkan ucapan orang lain, sedangkan perselisihan adalah ucapan yang dilakukan terus-menerus untuk menuntut kekayaan atau hak tertentu. Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salampernah bersabda, “Sungguh, orang yang paling dibenci Allah adalah penentang (kebenaran) yang paling…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 5

Penyakit Keempat: Perdebatan (Mira’ & Jidal) Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda, “Siapa yang meninggalkan perdebatan (mira’), padahal dia benar, akan dibangunkan untuknya rumah di bagian tertinggi surga. Dan siapa yang meninggalkan perdebatan (mira’) dan dia salah, akan dibangunkan untuknya rumah di bagian terbawah surga!’ Beliau juga bersabda, “Tidak akan tersesat…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 4

Penyakit Kedua: Ucapan yang Berlebihan Yaitu membicarakan sesuatu yang tidak berguna atau melebihkan pembicaraan yang berguna dari kadar yang sepatutnya. Atha’ mengatakan, “Orang-orang sebelum kalian membenci ucapan yang berlebihan. Mereka menganggap berlebihan semua yang selain Al-Quran, sunnah Nabi, perintah, larangan, dan ucapan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok.” Diriwayatkan dari sebagian sahabat Nabi, “Ada lelaki…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 3

Penyakit Pertama: Ucapan yang Tidak Perlu Maksudnya, engkau mengatakan sesuatu yang tidak kau perlukan. Akibatnya, waktumu sia-sia dan engkau mengambil sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik. Seandainya engkau memanfaatkan waktu tersebut untuk merenung, mungkin akan terbuka bagimu sebagian dari percikan rahmat Allah yang besar manfaatnya bagimu. Sekiranya engkau pergunakan waktu tersebut untuk…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 2

Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata yang baik atau diam” Diriwayatkat dari Barra’ bin Azib bahwa seorang badui menemui Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam dan bertanya, “Tunjukkan kepadaku suatu amal yang bisa membuatku masuk surga.” Rasulullah…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 1

Segala puji bagi Allah, yang telah menciptakan manusia dan menyempurnakan bentuknya, dan menganugerahinya lisan yang bisa digunakan untuk menjelaskan apa yang dikandung hati dan akal. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata; tiada sekutu bagi-Nya. Saya pun bersaksi bahwa junjungan kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan…

Menyembuhkan Cinta Pujian dan Benci Celaan

Kebanyakan manusia binasa karena takut akan celaan manusia dan menginginkan pujian mereka. Karena takut akan celaan manusia dan menginginkan pujian, tindak tanduk mereka tergantung pada kepentingan mereka demi mendapatkan pujian dan menghindari celaan. Hal seperti ini harus disembuhkan. Caranya dengan mencari tahu terlebih dahulu penyebab dari cinta-pujian dan benci-celaan. Penyebab pertama; merasa sempurna setelah dipuji…

Cara Menyembuhkan Cinta Kedudukan

Siapa yang terlena oleh cinta-kedudukan, ia hanya akan mencari perhatian orang lain, pura-pura mencintai mereka, dan memperhatikan orang yang bisa meningkatkan kedudukannya di mata mereka. Inilah bibit kemunafikan dan pangkal kerusakan. Orang seperti ini akan mudah meremehkan ibadah dan melakukan hal-hal yang dilarang. Karena itu, kecintaan pada kedudukan dan harta benda disamakan dengan dua serigala…