Kewajiban Menunaikan Perkara Wajib Dan Menjauhi Perkara Haram

Hendaknya engkau menjalankan segenap kewajiban dan menjauhi segala hal yang telah diharamkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. serta juga memperbanyak segala amalan sunnah. Sesungguhnya jika engkau melakukannya ikhlas karena Allah SWT, maka engkau akan sangat dekat kepada Allah SWT Dan engkau akan diberi pakaian cinta, yang mana saat itu seluruh gerak-gerikmu dan tingkah lakumu karena…

13. MENGUCAP “LAA ILAAHA ILLALLAH” MASUK SURGA?

Pertanyaan: Ada hadits Rasulullah Shalallahu alahi wa aalihi wa shahbihi wa salam. Mengatakan, “Barangsiapa me­ngucapkan ‘Laa ilaaha illallah’ akan masuk surga, walaupun dosa-dosanya sebanyak buih lautan.” Apakah hadits itu benar? Jawab: Orang yang mengucap kalimat tauhid “Lailaha illallah” dengan penuh kemantapan dan didasari iman, tentunya sudah punya persiapan kuat untuk mengatur gerak langkahnya guna mengabdikan…

Allah Mencintai Orang Yang Bertobat bagian 7

Jika ada seseorang bertobat kepada Allah, maka nilai tobatnya adalah sesuai dengan tingkat keyakinannya. Jika dirimu bertobat dengan tobatnya kaum Muqorrobin, tentu tidak sama dengan tobat orang biasa, perbedaannya sangat besar. Jika tobat seseorang terus meningkat, maka ia akan memperoleh bagian dari tobat yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. Setiap hari beliau saw bertobat kepada…

Kekhususan Umat Nabi Muhammad SAW Bagian 35

Kemuliaan Shalat Berjamaah ke-4 Saf terdepan adalah saf yang terbaik. Abu Hurairah r.a. menutur­kan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  menyatakan: خير صفوف الرجال اولها وشرها آخرها وخير صفوف النساء اخرها وشرها اولها “Saf-saf yang terbaik bagi kaum pria ialah yang berada di depan, dan yang terburuk bagi mereka adalah saf yang…

Jalan Golongan Yang Selamat

Hendaknya engkau membenahi dan meluruskan akidahmu sesuai jalan golongan yang selamat, yaitu golongan yang sudah dikenal dari golongan-golongan Islam lainnya dengan sebutan Ahlussunnah Wal Jamaah. Merekalah orang-orang yang memegang teguh ajaran Baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam dan para sahabatnya. Jikalau engkau perhatikan dengan pemahaman yang lurus dari hati yang jernih…

12. RASUL MENGHADAPI PERTANYAAN

Pertanyaan: Apakah rasul-rasul Allah juga menghadapi pertanyaan pada hari kiamat? Jawab: Ya, para rasul Allah akan ditanya dan diminta pertang­gung jawaban mereka kelak di akhirat tentang tugas risalah dan amanah Allah yang harus disampaikan kepada umat Sebenar­nya pertanggung jawaban para rasul adalah lebih berat Firman Allah, “Ingatlah, hari ketika Allah mengumpulkan para Rasul, lalu Allah…

Allah Mencintai Orang Yang Bertobat bagian 6

Jika engkau sangat merindukan tobat, benar-benar berusaha untuk bertobat, membersihkan hatimu dari kedengkian kepada seseorang, membantu para wali-Nya dan kembali kepada-Nya, maka engkau akan segera tersebut dalam permohonan ampun dan tobat semua orang saleh di zamanmu. Orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah yang hidup di zaman kita ini, sering kali memintakan ampunan dan…

Kekhususan Umat Nabi Muhammad SAW Bagian 34

Kemuliaan Shalat Berjamaah ke-3 Qubbats bin Usyaim Al-Laitsiy r.a. menturkan, bahwasanya Ra­sulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  telah menyatakan: صلاة الرجلين يؤم احد هما صاحبه ازكى عند الله من صلاة اربعة تترى . وصلاة اربعة ازكى عندالله من صلاة ثمانية تترى وصلاة ثمانية يؤم احد هم ازكى عندالله من صلاة مائة تترى “Shalat…

Kewajiban berpegang teguh pada al-Qur’an dan as-Sunnah Bagian 2

Suatu kali al-lmam Abu Yazid al-Busthami ra pergi mengunjungi seseorang yang terkenal sebagai seorang wali. Ia menunggunya sambil duduk di masjid. Kemudian ketika orang itu keluar, tiba-tiba ia meludah ke tembok masjid. Melihat hal itu, langsung saja al-lmam Abu Yazid al-Busthami ra pulang dan tidak ingin bertemu dengannya. Kemudian al-lmam Abu Yazid ra berkata: ‘Bagaimana…

11. SUMPAH “LIAAN”

Pertanyaan. Apa artinya sumpah “liaan” dalam syariat Islam? Jawab: Apabila seorang suami menuduh istrinya melakukan zina, tapi tidak dapat membuktikan atau tidak ada saksi, syariat Islam memberlakukan keduanya dengan sumpah liaan. Cara­nya, suami bersumpah mengucapkan: “Wallahi, demi Allah” dengan mengucapkan juga tuduhan­nya. Ucapannya itu diulang sampai empat kali. Setelah itu yang kelima dia menyatakan mengutuk dirinya…