Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 5

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam menggembirakan hati orang yang ridha menerima apa saja yang diberikan Allah SWT kepadanya, bahwa ia akan masuk surga. Mengenai itu beliau Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam menyatakan: طوبى لمن هدي للاسلام وكان عيشه كفافا “Thuba bagi orang yang beroleh hidayat memeluk Islam dan kecu­kupan hidupnya…

Hakikat Kedudukan Bagian ke-2

Satu-satunya yang benar-benar sempurna hanyalah Allah. Segala hal selain Dia adalah dampak dari kemahakuasaan-Nya. Ini seperti pancaran sinar matahari ke segala penjuru alam, di mana pancaran tidak mengurangi kesempurnaan matahari. melainkan salah satu bentuk kesempurnaannya. Yang bisa menjadi pertanda kekurangannya adalah adanya matahari yang lain yang sepadan dengannya. Alam pun demikian, merupakan pancaran dari cahaya…

Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 4

Seorang muta’affif tidak membutuhkan pertolongan selain dari Allah SWT, dan ridha menerima sedikit rezeki yang diberikan Allah SWT kepadanya. Orang yang demikian itu diridai Allah SWT, baginya dibu­kakan pintu rahmat, dikaruniai kesanggupan hidup tanpa membutuh­kan orang lain, rasa kebahagiaan dan hatinya penuh dengan iman. Mengenai orang seperti itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi…

Ridha Dalam Menerima Segala Ketentuan Allah SWT Bagian 4

Ketahuilah bahwa berdo’a dan memohon dengan sungguh-sungguh tidak bertentangan dengan keridhaan, justru hal itu termasuk dari keridhaan. Bagaimana tidak, sedangkan doa adalah ungkapan atas perwujudan tauhid yaitu sebuah tanda pengabdian dan pengakuan terhadap kelemahan, kebutuhan, kerendahan dan kehinaan. Barangsiapa yang memiliki sifat ini, berarti ia telah mengenal dan telah sampai, juga mencapai kedekatan yang tinggi…

Hakikat Kedudukan Bagian ke-1

Kedudukan dan harta merupakan dua pilar dunia. Yang dimaksud dengan harta adalah kepemilikan terhadap benda-benda, sedangkan kedudukan adalah kepemilikan terhadap hati manusia untuk mencapai maksud dan tujuan. Harta benda diperoleh dengan berbagai macam profesi dan usaha, sedangkan kedudukan hati diperoleh melalui pergaulan. Setiap orang yang meyakini bahwa seseorang mempunyai suatu sifat kesempurnaan, niscaya ia akan…

73. SELURUH MAKHLUK MENGABDI UNTUK MANUSIA

Pertanyaan: Mengapa Allah menjadikan seluruh makhluk untuk meng­abdi kepada manusia? Jawab: Allah berfirman, “Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi un­tuk kamu” (al-Baqarah: 29) Artinya untuk seluruh umat manusia dan bukan untuk orang-orang yang beriman saja. Allah SWT. berfirman dalam satu hadits Qudsi, “Hai anak Adam. Aku ciptakan seluruhnya untuk kamu dan Aku…

Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 3

Abu Hurairah r.a. menuturkan, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam pernah menyatakan:  عرض عليّ اوّل ثلاثةٍ يدخلون الجنّة واوّل ثلاثةٍ يدخلون النّر. فامّا اوّل ثلاثةٍ يدخلون الجنّة فشّهيد وعبدٌ مملوكٌ احسن عبادة ربّه ونصح لسيّده وعفيفٌ متعفّفٌ ذوعيالٍ “Diperlihatkan kepadaku tiga orang yang pertama masuk surga dan tiga orang yang pertama masuk…

Ridha Dalam Menerima Segala Ketentuan Allah SWT Bagian 3

Betapa indahnya ungkapan al-lmam al-Ghazali ra dalam suratnya kepada al-lmam Abul Fathi ad-Damasyqi ra: “Ridha adalah engkau ridha dalam hati terhadap perbuatan Allah SWT dan engkau berbuat apa yang diridhai Allah SWT secara dzahir.” Jika seorang hamba ingin mengetahui keridhaan yang ia miliki, hendaknya ia mencarinya ketika turunnya musibah, ujian dan penyakit yang bertambah parah.…