Kemuliaan Sifat Amanah dan Menepati Janji Bagian 1

Demikian mulianya umat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam sehingga Allah SWT menetapkan karunia pahala dan fadhilah bagi orang yang menepati janji dan orang yang jujur, lurus dan dapat dipercaya (amanah). Orang yang demikian itu terjamin akan masuk surga. Sebuah hadis yang dituturkan oleh ‘Ubadah bin Shamit r.a. menyebutkan, bahwa Rasulullah Shalallahu…

Cara Menyembuhkan Cinta Kedudukan

Siapa yang terlena oleh cinta-kedudukan, ia hanya akan mencari perhatian orang lain, pura-pura mencintai mereka, dan memperhatikan orang yang bisa meningkatkan kedudukannya di mata mereka. Inilah bibit kemunafikan dan pangkal kerusakan. Orang seperti ini akan mudah meremehkan ibadah dan melakukan hal-hal yang dilarang. Karena itu, kecintaan pada kedudukan dan harta benda disamakan dengan dua serigala…

Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 7

Jangan dikira bahwa orang yang butuh lagi mustahiq (berhak) be­rani mengambil sesuatu (yang menjadi haknya) itu orang yang tercela, harus diusir dan kurang akal. Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam menggembirakan hati orang seperti itu dengan penegasannya: ماالمعطى من سعةٍ بأفضل من الْاخد اذاكان محتاجًا “Orang yang memberi karena berkecukupan tidak lebih…

76. KEJAHATAN DIBUTUHKAN UNTUK MENGHIDUPKAN KEBAIKAN

Pertanyaan: Ada yang berpendapat bahwa sesuatu akan diketahui deng­an mengetahui yang bertentangan. Warna hitam diperlukan untuk mengenal warna putih, yang pahit diperlukan untuk me­ngerti yang manis. Yang buruk diperlukan untuk mengenal yang indah dan cantik. Apakah kejahatan diperlukan untuk menghidupkan kebaikan? Jawab: Adanya kejahatan merupakan pendorong bagi manusia ke arah kebaikan karena itulah kejahatan harus…

Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 6

Abu Hurairah r.a. menuturkan, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam telah mene­gaskan: ليس الغنى عن كثرة العرض ولكن الغنى غنى النفس “Bukanlah kaya (orang yang) mempunyai banyak harta benda. Ke­kayaan (sejati) adalah kekayaan jiwa (ghinan-nafsi)” (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, dan An-Nasa’I). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam…

Cinta Kedudukan yangTerpuji dan yang Tercela

Anda telah tahu bahwa kedudukan adalah menguasai hati orang lain. Dengan demikian, ia sama seperti kepemilikan terhadap harta benda. la tidak esensial, terputus dari manusia karena kematian. tetapi bisa menjadi bekal bagi manusia di akhirat kelak. Sebagaimana harus mendapatkan suatu kadar tertentu dari harta benda untuk memenuhi kebutuhan pokok yang berupa makanan. minuman, dan pakaian,…

75. KEKUATAN AKIDAH DAN PENGAKUAN BOHONG

Pertanyaan: Ada beberapa dai mengaku dirinya memiliki akidah kuat yang tidak bisa digoyahkan. Pertimbangan apa yang bisa di­pakai untuk menilai bahwa dai itu betul-betul berakidah kuat atau palsu? Jawab: Umat Islam generasi pertama sukses karena memiliki aki­dah kuat yang tidak bisa digoyahkan karena keimanan yang sangat kuat telah menghunjam ke dalam hati mereka, yang mempunyai…

Fadhilahnya ‘Iffah dan Kemuliaan Sikap “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” Bagian 5

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam menggembirakan hati orang yang ridha menerima apa saja yang diberikan Allah SWT kepadanya, bahwa ia akan masuk surga. Mengenai itu beliau Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam menyatakan: طوبى لمن هدي للاسلام وكان عيشه كفافا “Thuba bagi orang yang beroleh hidayat memeluk Islam dan kecu­kupan hidupnya…