Fiqih Sirah Asy Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi bagian 70

Apa sebenarnya yang membuat Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersama para sahabat sanggup melewati masa-masa sulit ini? Apa tujuan yang sebenarnya ingin mereka capai setelah bertahan menghadapi kepedihan? Bagaimana menjawab pernyataan mereka bahwa risalah yang diemban Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam dan diimani para sahabat sebenarnya…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 7

Penyakit Keenam: Ucapan yang Dibuat-buat dan difasih-fasihkan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah dan paling jauh dahku adalah orang-orang yang bicaranya banyak, dibuat-buat, dan difasih-fasihkan” (hadist diriwayatkan oleh Imam Ahmad) At-Tirmidzi pun melansir hadits ini dan menilainya hasan, dengan redaksi, “Sesungguhnya orang yang paling kubenci ….” (hadist…

Fiqih Sirah Asy Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi bagian 69

Sebagaimana diketahui, tradisi saling melindungi yang sudah ada sejak zaman Jahiliyah (al-hamiyyah al-jahiliyyah) ini memang menekankan pentingnya membela keluarga dan kerabat tanpa memandang prinsip, bahkan tanpa memedulikan anggota keluarga yang dibela itu benar atau salah. Jadi, fanatisme yang ditunjukkan kedua pihak ini betul-betul fanatisme dalam arti yang sesungguhnya, bukan yang lain. Dikatakan demikian, karena kendati…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 6

Penyakit Kelima: Perselisihan (Khushumah) Penyakit ini adalah dampak dari perdebatan. Perdebatan adalah upaya melemahkan ucapan orang lain, sedangkan perselisihan adalah ucapan yang dilakukan terus-menerus untuk menuntut kekayaan atau hak tertentu. Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salampernah bersabda, “Sungguh, orang yang paling dibenci Allah adalah penentang (kebenaran) yang paling…

Membalas Kebaikan Orang yang Beramal Makruf dan Ihsan bagian 2

Orang bersyukur (menyatakan terima kasih) dan memuji kebaikan orang yang berbuat kebajikan kepadanya, ia tentu orang yang bersyu­kur kepada Allah SWT. Mengenai itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam telah menegas­kan: ان اشكر الناس لله تبارك وتعالى اشكرهم للناس “Orang yang paling bersyukur kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala ada­lah orang yang paling berterima…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 5

Penyakit Keempat: Perdebatan (Mira’ & Jidal) Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda, “Siapa yang meninggalkan perdebatan (mira’), padahal dia benar, akan dibangunkan untuknya rumah di bagian tertinggi surga. Dan siapa yang meninggalkan perdebatan (mira’) dan dia salah, akan dibangunkan untuknya rumah di bagian terbawah surga!’ Beliau juga bersabda, “Tidak akan tersesat…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 4

Penyakit Kedua: Ucapan yang Berlebihan Yaitu membicarakan sesuatu yang tidak berguna atau melebihkan pembicaraan yang berguna dari kadar yang sepatutnya. Atha’ mengatakan, “Orang-orang sebelum kalian membenci ucapan yang berlebihan. Mereka menganggap berlebihan semua yang selain Al-Quran, sunnah Nabi, perintah, larangan, dan ucapan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok.” Diriwayatkan dari sebagian sahabat Nabi, “Ada lelaki…

90. SEDIH JIKA LUPUT, GEMBIRA JIKA DAPAT

Pertanyaan: Mohon keterangan tentang larangan Allah dalam firman-Nya, لكيلا تأسواعلى مافاتكم ولاتفرحوا بماءاتكم والله لايحب كل مختال فخور(23 “Kami jelaskan yang demikian supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi mem­banggakan diri.”…

Penyakit-Penyakit Lisan bagian 3

Penyakit Pertama: Ucapan yang Tidak Perlu Maksudnya, engkau mengatakan sesuatu yang tidak kau perlukan. Akibatnya, waktumu sia-sia dan engkau mengambil sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik. Seandainya engkau memanfaatkan waktu tersebut untuk merenung, mungkin akan terbuka bagimu sebagian dari percikan rahmat Allah yang besar manfaatnya bagimu. Sekiranya engkau pergunakan waktu tersebut untuk…

89. DOSA RASULULLAH SAW

Pertanyaan: Apa dosa yang telah diperbuat Nabi Shalallahu alahi wa aalihi wa shahbihi wa salam. sehingga Allah berfirman, “Mohonlah ampunan bagi dosamu.“ Dan di dalam ayat yang lain, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemena­ngan yang nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu ter­hadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.” (al-Fath: 1-2) Jawab: Jika kita…