126. HUKUMAN ALLAH DI DUNIA TERHADAP KEJAHATAN

Pertanyaan: Apakah Allah menghukum pelaku kejahatan di dunia atau menundanya sampai hari akhirat nanti? Jawab: Banyak perbuatan kejahatan yang dilakukan manusia di dunia tidak ditunda hukumannya sampai menunggu hari akhir. Kalau saja semua kejahatan ditunda hukumannya di akhirat, tentu saja orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhir akan melakukan kejahatan dengan sewenang-wenang. Se­andainya Allah tidak…

Pentingnya Sebuah Perantara Bagian 4

Ada sebuah kisah tentang seorang laki-laki yang sering berbuat dosa dari Bani Israil. Suatu hari ia melakukan perjalanan yang melintasi padang pasir, kemudian ia bertemu dengan seorang ahli ibadah di padang pasir yang gersang dan panas, ia melihat orang ahli ibadah ini sedang berbaring diatas tanah dan menggelepar karena kehausan. Kemudian ia bilang pada dirinya…

Hakikat Kemarahan Bagian 1

Ketika Allah menciptakan hewan sebagai makhluk yang mudah mengalami kerusakkan dan kebinasaan. Allah pun menganugerahkan kepadanya sesuatu yang bisa melindunginya dari kerusakan dan kebinasaan untuk jangka waktu tertentu. Kerusakan dan kebinasaan adakalanya berasal dari dalam tubuh hewan itu sendiri. Maka, Allah pun menciptakan makanan yang sesuai dengan karakter tubuh hewan dan menanamkan nafsu makan pada…

125. SAKSI PALSU

Pertanyaan: Mengapa kesaksian palsu tergolong kelompok dosa terbe­sar (kabaair), sejajar dengan syirik dan membunuh? Jawab: Rasulullah menjawab pertanyaan ini dengan suara keras dan berulang-ulang. “Dosa kesaksian palsu termasuk dosa be­sar,” sabda  beliau Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam. Sebab, kesaksian palsu menghimpun seluruh kezaliman. Mempersekutukan Allah (syirik) juga segolongan dengan kesaksian palsu yang merupakan…

Pentingnya Sebuah Perantara Bagian 3

Dikisahkan bahwa Sayyidina Abubakar ash-Shiddiq ra pernah berjalan melewati area pekuburan dan salah satu helai rambutnya terjatuh ke tanah di pekuburan itu . Karena helai rambut beliau itu, siksaan kubur ditiadakan bagi seluruh penghuni pekuburan tersebut. Hal ini berkat kecintaan Allah swt kepada hamba-hamba-Nya dan ini akan membawa manfaat bagi orang-orangyang berada di sekitarnya. Jika…

Penjelasan Mengenai Buruknya Kemarahan

Allah Swt. berfirman: “Ketika orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka. (yaitu) kesombongan jahiliyah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin [QS Al-Fath ( 4 ): 26] Melalui ayat ini Allah mencela orang-orang kafir karena mereka menampakkan kesombongan yang bersumber dari penggunaan amarah yang tidak pada tempatnya, Melalui ayat ini pula,…

Fadhilah Membaca Al Qur’an dan Kemuliaan Pembacanya Bagian 11

Abu Malik Al-Asy’ari r.a. menuturkan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam telah menyatakan: “Ath-Thuhur (keadaan sudah bersesuci hingga terlepas dari hadas besar dan kecil) adalah separuh iman, Alhamdulillah (yakni tahmid) adalah memenuhi antara langit dan bumi, salat adalah sinar terang, sedekah adalah burhdn (bukti yang menunjukkan keimanan), sa­bar adalah cahaya, dan…

Mencela Kemarahan, Kedengkian, dan Iri Hati

Segala puji bagi Allah Pada ampunan dan rahmat-Nya para pengharap bersandar; dan dari amarah dan murka-Nya para penakut menghindar. Allah menundukkan elemen nafsu untuk hamba-hamba-Nya, tetapi sekaligus memerintahkan mereka mengabaikan apa yang diinginkannya. Allah pun menguji mereka dengan elemen amarah dan mewajibkan mereka meredamnya ketika sedang marah. Semoga Allah melimpahkan shalawat sebanyak bilangan makhluk yang…

124. MENGAFIRKAN SESAMA MUSLIM

Pertanyaan: Apakah boleh mengafirkan sesama muslim? Jawab: Mengapa kepada sesama muslim harus mengapirkan? Ulama yang ilmu agamanya luas sekalipun, tidak akan berani menuduh seorang yang mengucap, “Lailaha illallah” sebagai kafir disebabkan berainya sanksi. Jika benar, tuduhan itu hanya sebagai kenyataan, artinya, tuduhan itu benar. Tapi kalau tidak, yang menuduh adalah yang kafir. Sesama muslim boleh…

Fadhilah Membaca Al Qur’an dan Kemuliaan Pembacanya Bagian 10

Doa yang dipanjatkan orang kepada Allah SWT setelah khatam membaca Al Qur’an adalah mustajab (terkabul) AtThabrani mengetengah­kan sebuah hadits marfu’ yang menyebutkan: “Barangsiapa khatam membaca Al Qur’an doanya mustajab.” Di dalam Asy-Sya’ab sebuah hadits marfu yang dituturkan oleh Anas r.a. menyebutkan: “Barangsiapa yang telah membaca Al Qur’an lalu bersyukur kepada Allah dan bersalawat kepada Nabi…